Awal dan Perkembangan Agama Kristen di Tanah Batak


Kuburan BatakSebelum masuknya pengaruh agama ke Tanah Batak, orang Batak pada mulanya belum mengenal nama dan istilah “Dewa-dewa”. Orang Batak saat itu percaya kepada roh-roh leluhur dan benda-benda mati. Sebelum ada pengaruh agama, orang Batak adalah penyembah berhala. Kehidupan agamanya bercampur antara penganut animisme, dinamisme, dan magi.

Orang Batak mengenal satu Tuhan yang disebut dengan “Ompu Na Bolon” (Kakek/Nenek yang Maha Besar). Ompu Na Bolon bukanlah Dewa. Dia dilahirkan oleh Nenek Moyang orang Batak terdahulu yang pertama menciptakan adat bagi manusia. Ompu Na Bolon kemudian menjadi Mula Jadi Na Bolon atau Tuan Mula Jadi Nabolon.

Kristen masuk ke Indonesia diperkirakan sekitar abad ke-7. sumber-sumber tua berbahasa Arab memberitakan tentang adanya umat Kristen di Sumatera Utara (Barus).

PARMALIM

Parmalim sebenarnya adalah identitas pribadi, sementara kelembagaannya disebut Ugamo Malim. Berjuang bagi parmalim bukan hal baru. Karena leluhur pendahulunya dari awal dan akhir hidupnya selalu dalam perjuangan. Perjuangan dimulai sejak Raja Sisingamangaraja menyatakan penolakan kolonialisme Belanda yang merusak tatanan kehidupan masyarakat, adat dan budaya.

 

Raja Monang Naipospos adalah pengurus Pusat Ugamo Malim. Sebuah agama kepercayaan yan lahir dari kebudayaan Batak. Agama ini merupakan peninggalan Raja Sisingamangaraja. Kini pusat agama Parmalim terbesar berada di Desa Hutatinggi, 4 km dari kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Di desa ini ada rumah adat orang Parmalim yang disebut Bale Pasogit.

KRISTEN MASUK TANAH BATAK

Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di Flores dan Timor. Sementara Kristen Protestan pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di Indonesia bagian timur merupakan sasaran utama orang-orang Belanda termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan.

Kristen menyebar melalui Pelabuhan Borneo, kaum Missionaris pun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah sumatera juga menjadi target para Missionaris ketika itu, khususnya orang-orang Batak dimana sampai sekarang masih banyak yang menjadi pemeluk Protestan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s