Geometri Modern dalam Gorga Batak


Salah satu motif pada Gorga Batak

Salah satu motif pada Gorga Batak

Artikel kali ini akan menjelaskan tentang penelusuran mengenai gorga batak yang dilakukan oleh Bandung Fe Institute dan Indonesian Archipelago Cultural Initiatives. Artikel berikut ini dikutip dari Harian Analisa. Semoga bermanfaat.

Dalam bahasa Batak, Gorga berarti corak. ia dijadikan motif ulos hingga ukiran di rumah – rumah adat dan pada alat – alat kesenian. tak hanya sekedar interpretasi leluhur terhadap alam dan kekuatan di sekelilingnya, hasil ekspedisi dan penelitian Bandung Fe Institute dan Indonesian Archipelago Cultural Initiatives mengungkap dimensi fraktal, dan geometri modern dalam Gorga Batak.

Temuan yang didapat dalam ekspedisi Gorga Batak yang dilakukan oleh tim Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB) pada 9 hingga 23 juli 2012. sebelumnya tim ini telah menghasilkan 30 riset data artefak kebudayaan indonesia. antara lain Batik fraktal, evolusi batik, mekanika statistika lagu tradisional, studi komputasional candi sampai kajian grapik struktur birokrasi kerajaan tradisional nusantara.

dalam corak ukiran batak, tim menyimpulkan bahwa Gorga Batak memiliki dimensi fraktal pada selang 1.4 hingga 1.6. ini berarti Gorga Batak berada diantara dimensi garis dan dimensi bidang dua dimensi. Fraktal merupakan sebuah konsep geometri kontemporer, yang baru berkembang beberapa dekade terakhir dalam studi matematika. Pendekatan ini dipelopori oleh Matematikawan Perancis, Benoit Mandelbrot (1924 – 2010).

“Kami berhasil mendata motif ukiran yang sudah berusia ratusan tahun. dan juga ukiran yang telah teralkuturasi dengan budaya lain.” jelas Vande Leonardo, anggota tim ekspedisi yang juga Manejer Humas Bandung Fe Institute kepada VIVAnews.

Vande menyebutkan motif ukiran yang asli bisa dideteksi dengan usia yang tua. Motif ukiran berusia tua semuanya bermotif sulur-suluran. Sulur-suluran ini sendiri merupakan sejenis bentuk pola memutar, dari deretan bentuk bentuk melingkar konsentris yang menjadi landasan dekorasi ornamental yang mengekspresikan bntuk – bentuk muka atau wajah. Beberapa dikatakan mengambil bentuk singa dan naga.

Namun ia mengaku timnya heran, karena semua bangunan yang ditemui tidak memiliki motif sulur-suluran (akar pepohonan yang merambat) yang sama.

“Semuanya berbeda. variasi sulur – suluran Gorga Batak tak pernah sama dan sebangun satu sama lain. dan kita tahu, detil dari bentuk – bentuk kompleks tersebut muncul dari peradaban tua yang tak mengenal perangkat geometri modern seperti yang kita ketahui saat ini.” ujarnya.

salah satu keunikan motif gorga tersebut yaitu motif ukiran mengikuti skema pepohonan meranbat. dan skema tersebut hampir terdapat dalam beberapa ukiran bangunan pada kebudayaan Lombok, Jawa, Papua dan Toraja.

“Seolah – olah nenek moyang kita sepakat untuk mengambil suluran sebagai bentuk ornamen. Padahal tidak ada konsesus untuk mebuat ornamen dari pohon kehidupan. Entah bagaimana mereka memiliki gambaran yang sama atas pohon kehidupan.” katanya.

Temuan tersebut juga melahirkan pertanyaan bagi Vande yaitu bagaimana nenek moyang dahulu membuat motif tanpa alat ukur yang canggih seperti saat ini, tanpa ada orang lain yang tahu cara memulainya dan tidak meninggalkan bidang yang kosong.

Teknik pembuatan Gorga Batak kemudian dieksplorasi lebih jauh dengan amenggunakan pendekatan sistem L, sebuah sistem yang dirintis oleh biolog Hungaria, Astrid Lindenmayer (1925 – 1989). Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan taman – taman multi seluler.

sistem L dapat dilihat sebagai geometri kura-kura. saat kura – kura berjalan di sebuah bidang terbatas dengan aturan – aturan tertentu, jejak langkahnya memberi bentuk sulur, menggambarkan pepohonan tumbuh. Sistem L ini juga diadopsi dari animasi game sederhana.

Penelitian juga menemukan tiga aturan geometri sederhana kura-kura yang kemudian melahirkan bentuk – bentuk yang memiliki kesamaan dengan Gorga Batak ini.

Advertisements

3 comments on “Geometri Modern dalam Gorga Batak

  1. Mohon info, apakah sudah ada yang membuat motif tersebut dalam format digital/vektor? Rencana motif tersebut akan digunakan untuk ornamen pada toko Dekranasda di Bandara Kualanamu yg dikelola oleh Ibu Bupati Deliserdang.

    Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s