Asal Usul Marga di Daerah Nias

Ketika kita berbicara tentang asal usul tentang sesuatu marga, suku maupun peradaban, tentu akan banyak perbedaan persepsi dan pendapat yang akan muncul. Begitu pula dengan bahasan pada artikel kali ini. Asal usul Marga Nias memiliki banyak versi. Baik itu versi sejarah geografis, hingga versi legenda atau cerita leluhur pada masa dulu. Menyikapi masalah ini, penulis mencoba mempersempit sudut pandang tentang dasar penulisan artikel ini. Cerita dibawah ini diambil dari versi legenda atau cerita rakyat yang banyak ditulis di buku-buku sejarah Nias. Selamat membaca.

Continue reading

Asal Mula Tongkat Tunggal Panaluan

Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pangururan, pulau Samosir tepatnya di desa Sidogor-dogor tinggallah seorang laki-laki bernama Guru Hatimbulan. Beliau adalah seorang dukun yang bergelar ‘Datu Arak ni Pane’. Istrinya bernama Nan Sindak Panaluan.

Telah sekian lama mereka menikah tetapi belum juga di karuniai keturunan. Suatu ketika perempuan itu hamil setelah begitu lamanya mereka menunggu, kehamilan tsb membuat heran semua penduduk kampung itu dan menganggap keadaan itu hal yang gaib(aneh), bersamaan pada saat itu juga sedang terjadi masa kemarau dan paceklik, cuaca sangat panas dan kering, saking teriknya tak tertahankan, permukaan tanah dan rawa-rawa pun menjadi kerak dan keras.

Continue reading

Sahang Maima dan Datu Dalu

SAHANG MAIMA DAN DATU DALU

Sahang Maima dan Datu Dalu adalah keturunan ke-9 dari Si Raja Batak. Mereka berdua bersaudara. Mereka memiliki sebuah tombak warisan leluhur mereka yang dijaga oleh Sahang Maima. Suatu hari Datu Dalu meminjam tombak tersebut untuk membunuh seekor babi hutan yang sering merusak kebun miliknya. Sahang maima lalu meminjamkannya dengan catatan jangan sampai rusak.

Continue reading

Silsilah Si Raja Batak

Konon di atas langit (banua ginjang, nagori atas) adalah seekor ayam bernama Manuk Manuk Hulambujati (MMH) berbadan sebesar kupu-kupu besar, namun telurnya sebesar periuk tanah. MMH tidak mengerti bagaimana dia mengerami 3 butir telurnya yang demikian besar, sehingga ia bertanya kepada Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta) bagaimana caranya agar ketiga telur tsb menetas.
Continue reading